Kamis, 27 Oktober 2016

Pertemukan kami, bila dia Jodohku [part 2]

     Aku terbangun mendengar suara langkah kaki berlarian di tangga. Kuraih handphone ku yang masih tersambung dengan kabel charger di atas lemari kecil di sudut kamar. Melihat jam dan bergumam "pagi-pagi udah berisik...heran?!"
Kubaringkan kembali tubuh, membuka WA, membaca kembali percakapan kami dan  berusaha mengingat kembali kejadian semalam...

"Dengan ka Charles kan ya?!" tulisku malam itu saat sadar melihat wajah tampannya.
"Kirain siapa" tambahku

"Iya" seketika mucul balasan darinya lalu dilanjutkan dengan "Sorry, kemarin kirain waktunya sama kaya disini"

"Emang kk dimana?" selidikku

"Aku di San Fransisco" jawabnya

"Oh..kapan pulang ke Jakarta?" tanyaku kembali  ....


     Tok..Tok..suara ketukan di pintu kamar membuyarkan lamunanku. 
"Bentaaar" sahutku
Kubuka pintu dan kulihat Chris keponakan ku berdiri dengan wajah menyebalkan dan menunjuk ke arah jam tangan di pergelangan tangannya.
"Iyaaa....10 menit.." kataku seraya menutup pintu kamarku kembali. 

                                                                              ***

     Aku mulai memejamkan mataku, membacakan doa dan membiarkan diriku hanyut dalam suasana hening misa pagi itu. Sesekali batinku berkata "Aku akan menemukan seseorang yang spesial yang akan mencintaiku apa adanya" 
Kalimat ini sudah sering ku ucapkan dalam hati selama satu minggu terakhir, berharap dan yakin Tuhan akan mengabulkan doaku suatu saat nanti.
Aku seorang wanita yang biasa saja menurutku. Tidak termasuk dalam daftar wanita populer. Merasa memiliki banyak kekurangan sehingga membuatku tidak terlalu percaya diri dalam urusan percintaan.
Mungkin satu hal yang bisa aku banggakan adalah hati. Yup.. aku merasa bahwa aku termasuk orang yang sabar dan setia. Berharap suatu hari nanti akan ada saatnya dimana aku bisa menemukan seseorang yang bisa melihat sesuatu yang baik dalam diriku dan menyukainya. Mungkin suatu hari nanti akan ada pria yang lebih mementingkan hati daripada tampilan fisik semata. Mungkin....
Setidaknya itu yang aku harapkan. :)

**bersambung

   


Pertemukan kami, bila dia Jodohku [part 1]

     Jumat pagi aku terbangun oleh suara alarm handphoneku. "Berisiiik" gumamku pelan. 05:30 WIB saatku melihat dan mencoba mematikannya. Sedikit cahaya fajar mulai mencoba masuk dari celah jendela kamarku. Mencoba membuka mata melawan rasa malasku, samar-samar ku mulai melihat langit-langit kamar dan mulai mengingat-ingat semua rasa sedih dan kesal sisa semalam. Dengan malas kubalikan badanku menghadap dinding kamar sembari mencoba tuk melupakan semuanya. Tanganku mulai mencari-cari handphone diantara selimut dan bantal yang tak tertata, mendapatkan dan mulai mengaktifkannya. Seperti biasa mataku langsung sibuk melihat news feed BBM dan mengecek email yang masuk, dan ......disitulah aku  mulai mengenalnya. Iya..dia, Charles.

     Aku seketika tertegun dan pikiranku berkata "siapa orang ini?" saat selesai membaca pesan yang kuterima bernada; "Selamat pagi"
Kuperhatikan waktu penerimaannya 00:16 WIB dini hari. Akupun langsung membalasnya:
"Sekarang baru pagi, ini siapa?"
"Orang aneh" gumamku sembari melemparkan handphone ke kasur dan bangkit berjalan ke kamar mandi.

***

     "Makasih Pak" teriak temanku seraya membanting pintu, seketika itu membangunkan ku dari tidur. Kulirik jam tanganku, 08:37 WIB, "besok lembur lagi,sial" gumam ku dalam hati. Kucoba kembali menutup mataku, sayup-sayur terdengar lagu "Adele  - When We Were Young" yang diputar di salah satu stasiun radio lokal malam itu.
Mobil jemputan bergerak perlahan dan aku mulai membuka mata untuk bersiap-siap turun. Setelah mengucapkan terima kasih dan menutup pintu, akupun mulai berjalan sambil bersenandung lagu yang Adele yang terngiang dikepalaku "Let me photograph you in this light, in case it is the last time, that we might be exactly like we were before we realized..."

(hush...udah jangan nyanyi mulu.... :p)

***

     Kuperhatikan wajahku di cermin, kubersihkan sisa-sisa air mandi di wajahku. Kuraih cream malam dan memulai ritual malam ku. Sesekali kuubah-ubah mimik wajahku...berbicara sendiri layaknya seorang artis yang sedang menghafalkan skenario. "Aku terlahir untuk acting", pikirku gila

   Tiba-tiba handphoneku berbunyi, terlihat sebuah notifikasi WhatsApp muncul di layar handphoneku dengan pesan: "Selamat malam"
Dengan cepat kuraih dan kubuka, pikiranku mulai menari mengingat-ingat kejadian tadi pagi. Dengan penasaran kubuka foto profilnya dan taaadaaa... seorang pria manis disana. 
"Do I know you?" pikirku penasaran.

**bersambung


Let me photograph you in this light
In case it is the last time
Let me photograph you in this light
In case it is the last time